Hubungan
antara perubahan sosial dengan komunikasi (atau media komunikasi) pernah
diamati oleh Goran Hedebro (dalam Nurudin, 2004) sebagai berikut. :
Teori komunikasi mengandung makna pertukaran pesan. Tidak ada perubahan dalam masyarakat tanpa peran komunikasi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa komunikasi hadir pada semua upaya bertujuan membawa ke arah perubahan.
Meskipun dikatakan bahwa komunikasi hadir dengan tujuan membawa perubahan, namun ia bukan satu-satunya alat dalam membawa perubahan sosial. Dengan kata lain, komunikasi hanya salah satu dari banyak faktor yang menimbulkan perubahan masyarakat.
Teori komunikasi mengandung makna pertukaran pesan. Tidak ada perubahan dalam masyarakat tanpa peran komunikasi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa komunikasi hadir pada semua upaya bertujuan membawa ke arah perubahan.
Meskipun dikatakan bahwa komunikasi hadir dengan tujuan membawa perubahan, namun ia bukan satu-satunya alat dalam membawa perubahan sosial. Dengan kata lain, komunikasi hanya salah satu dari banyak faktor yang menimbulkan perubahan masyarakat.
Media
yang digunakan dalam komunikasi berperan melegitimasi bangunan sosial yang ada.
Ia adalah pembentuk kesadaran yang pada akhirnya menentukan persepsi orang
terhadap dunia dan masyarakat tempat mereka hidup.
Komunikasi adalah alat yang luar biasa guna mengawasi salah satu kekuatan penting masyarakat; konsepsi mental yang membentuk wawasan orang mengenai kehidupan. Dengan kata lain, mereka yang berada dalam posisi mengawasi media, dapat menggerakkan pengaruh yang menentukan menuju arah perubahan sosial.
Komunikasi adalah alat yang luar biasa guna mengawasi salah satu kekuatan penting masyarakat; konsepsi mental yang membentuk wawasan orang mengenai kehidupan. Dengan kata lain, mereka yang berada dalam posisi mengawasi media, dapat menggerakkan pengaruh yang menentukan menuju arah perubahan sosial.
Komunikasi
sebagai proses sosial adalah bagian integral dari masyarakat. Secara garis besar komunikasi sebagai proses sosial di masyarkat memiliki
fungsi-fungsi sebagai berikut:
(1)
Komunikasi menghubungkan antar berbagai komponen masyarakat. Komponen di sini
tidak hanya individudan masyarakat saja, melainkan juga berbagai bentuk lembaga
sosial (pers, humas, universitas);
(2)
Komunikasi membuka peradaban (civilization) baru
manusia;
(3)
Komunikasi adalah manifestasi kontrol sosial dalam
masyarakat;
(4)
Tanpabisa diingkari komunikasi berperan dalam sosialisasi nilai ke masyarakat;
(5)
Seseorang akan diketahui jati dirinya sebagai manusia karena
menggunakan komunikasi.
Program
komunikasi bagi perubahan sosial biasanya ditekankan pada bagaimana
informasi-informasi ditransmisikan, bagaimana informasi menyebar dan terbagi,
bagaimana upaya untuk memperoleh informasi dipacu, bagaimana kepercayaan
dibangun di antara anggota masyarakat dan oleh anggota masyarakat.
Bentuk-bentuk tersebut merupakan sebuah proses yang dinamis, dan multi-faced
yang harus dapat menjamin bahwa ide-ide dan gagasan-gagasan dapat disuarakan
dan didengar oleh setiap pihak. Pesan yang diciptakan, dikirim, diterima dan
direspon oleh masyarakat, hendaknya merupakan bagian dari sebuah proses
mendengarkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Jawaban atas kebutuhan masyarakat
dalam bentuk pesan komunikasi yang diciptakan akan mampu menggerakan perilaku
dan atau sikap, membangkitkan kesadaran dan pemahaman atas isu yang ada dalam
masyarakat, menciptakan kesadaran sosial, menumbuhkan rasa tanggung jawab
bersama untuk memajukan kualitas hidup orang per orang dan juga
masyarakat.secara keseluruhan.
Artinya,
program komunikasi bagi perubahan sosial harus bersifat altruistic(mementingkan
orang lain), mempromosikan hal-hal sosial yang baik, bermanfaat, dan
berorientasi pada pelayanan publik. Namun demikian, program komunikasi bagi
perubahan sosial harus lebih dari sekedar pelayanan public semata yang hanya
berfokus pada “telling (menceritakan)” dan pendistribusian
informasi di mana kebutuhan akan informasi tersebut ditentukan oleh orang-orang
yang berasal dari luar komunitas. Sering terjadi pesan komunikasi datangnya
dari “atas”, di mana pemahaman tentang realitas yang ada di ”tingkat bawah (ground)”
sangat terbatas.
Oleh
karena itu, implementasi program komunikasi dalam perubahan sosial fokusnya
harus diletakan pada proses bukan pada outcome (hasil). Hal
ini berarti, komunikasi bagi perubahan sosial memerlukan partisipasi masyarakat.
Partisipasi masyarakat diperlukan untuk mengidentifikasi siapa yang perlu
mendapatkan pesan komunikasi, dan untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan
masyarakat akan pesan-pesan tertentu.
Dengan demikian, implementasi program-program komunikasi
untuk perubahan sosial harus diciptakan dan dikembangkan serta diarahkan pada
upaya memberdayakan dan memberikan kebebasan yang bertanggung jawa bagi
masyarakat untuk belajar dan menyampaikan gagasan. Komunikasi hendaknya
memungkinkan anggota-anggota masyarakat untuk dapat menciptakan cara dalam
berbagi infomasi Dengan sifat yang demikian, maka komunikasi dapat menciptakan
perubahan sosial atau kemajuan bagi kehidupan masyarakat dan diharapkan dapat
bersifat jangka panjang.
Pembangunan
dan perubahan sosial adalah fenomena yang tidak mungkin kita hindari selaku
masyarakat yang terus berubah demi kemajuan hidup, apalagi kita ini termasuk
sebagai masyarakat yang tinggal di negara Dunia Ketiga atau negara berkembang.
Dengan adanya pembangunan
dan perubahan sosial, kita melihat adanya berbagai efek yang terjadi pada
kehidupan sosial, baik itu efek positif maupun negatif.
.
P r
o l o g
Komunikasi
ada dimana-mana; di rumah, di kampus, di pasar, di mesjid, di mana saja.
Sebagian besar kehidupan kita dihabiskan untuk berkomunikasi, dan bahkan
komunikasi yang dilakukan menentukan kualitas kehidupan kita dan atau
masyarakat.
Dengan komunikasi akan membentuk kesalingpengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan dan pengalaman, dan bahkan membangun serta melestarikan sebuah peradaban. Namun dengan komunikasi pula kita mampu menciptakan kondisi yang kontradiktif dengan kondisi di atas. Begitu pentingnya komunikasi bagi kita, begitu akrabnya ia dengan kita, sampai-sampai kita merasa tidak perlu lagi mempelajarinya lebih jauh dan dalam lagi. Tentu saja lintasan pemikiran seperti itu merupakan kekeliruan yang fatal, sebab sesungguhnya dengan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang (individu) atau masyarakat, akan mempunyai efek sangat besar bagi kekinian dan masa depan individu atau masyarakat tersebut.
Dengan komunikasi akan membentuk kesalingpengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan dan pengalaman, dan bahkan membangun serta melestarikan sebuah peradaban. Namun dengan komunikasi pula kita mampu menciptakan kondisi yang kontradiktif dengan kondisi di atas. Begitu pentingnya komunikasi bagi kita, begitu akrabnya ia dengan kita, sampai-sampai kita merasa tidak perlu lagi mempelajarinya lebih jauh dan dalam lagi. Tentu saja lintasan pemikiran seperti itu merupakan kekeliruan yang fatal, sebab sesungguhnya dengan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang (individu) atau masyarakat, akan mempunyai efek sangat besar bagi kekinian dan masa depan individu atau masyarakat tersebut.
Karakter
komunikasi (ilmu) –semenjak lahirnya, telah menjadi kebutuhan manusia di dalam
mempertahankan hidup bermasyarakat. Tanpa komunikasi, tidak mungkin suatu
individu/masyarakat dapat menyetakan idea, cita-cita, kehendak, dan perasaan
terhadap individu/masyarakat yang lain (Sumarno, 1995)
Komunikasi adalah jiwanya interaksi sosial, demikian
kata Laswell. Ebiquitas (sifatnya yang ada dimana-mana) komunikasi telah
menjadikannya menarik untuk dikaji dalam perspektif yang komprehensif, apalagi
bila dikaitkan dengan sosial-budaya. Ada dua hal penting yang berkaitan antara
komunikasi dengan hakikat kemanusiaan; pertama, komunikasi sangat esensial bagi
pertumbuhan kepribadian manusia; kedua, komunikasi sangat erat kaitannya dengan
perilaku dan pengalaman kesadaran manusia.Bila dikaji lebih jauh lagi, dua hal
di atas akan sangat berpengaruh (signifikan) terhadap perkembangan dan
kesadaran suatu kelompok masyarakat, sebab pada hakikatnya individu dengan
masyarakat itu tidak bisa dipisahkan. Menurut Al-Syahid Murtadha Muthahari,
masyarakat itu homogen. Beliau menyatakan bahwa sudah fitrahnya manusia untuk
hidup bermasyarakat sehingga secara naluriah manusia pasti bermasyarakat
dimanapun kapanpun. Oleh sebab itu pada hakikatnya manusia itu satu, tidak ada
pengkutuban / perbedaan di dalamnya. Manusia merupakan spesies tunggal, maka
masyarakat-masyarakat manusia pun mempunyai sifat, wujud, dan hakikat yang
sama. Pluralisme yang ada, menurutnya karena kesalahan dalam memandang
masyarakat dan manusia sebagai suatu bentuk duniawi an sich. Padahal
menurutnya, Al-Qur’an pun sudah memberitakan bahwa pada dasarnya agama yang
diturunkan Allah kepada banyak nabi dan masyarakat adalah tetap satu tidak
berubah-ubah (QS. 42;13) yang berbeda hanya terletak pada aturan-aturan
tertentu. Sehingga agama yang satu itu baru bisa dijalankan oleh manusia yang
satu sebagai spesies tunggal. Individu itu adalah unsur pembentuk masyarakat,
maka masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang satu itu pada
hakikatnya merupakan satu spesies tunggal. Masyarakat manusia sebagai suatu
entitas objektif, mencerminkan suatu spesies tunggal, bukan spesies kemajemukan
jenis. (Muthahhari, 1985;47-49). Jadi, peran komunikasi dalam
pembentukan/pertumbuhan kepribadian manusia akan juga berpengaruh terhadap
pembentukan kepribadian masyarakat itu sendiri. Selain itu, perilaku dan
pengelaman kesadaran manusia sebagai individu-individu yang dibangun di atas
pondasi komunikasi, tentunya juga akan serta merta mempengaruhi perilaku dan
kesadaran manusia sebagai warga masyarakat.
Media
Massa sebagai Alat Komunikasi
Seperti
sudah dipaparkan di atas, komunikasi berperan sangat banyak dalam kehidupan
manusia, terutama keampuhannya dalam mempengaruhi mentalitas masyarakat. Hal
itu tidak bisa disangkal lagi, apalagi pada era globalisasi sekarang ini.
Komunikasi yang menurut bahasanya Laswel adalah Who Says What to Whom
in Which Channel and Whit What Effect, mempunyai komponen-komponen penting
di dalamnya yang tidak dapat diabaikan. Komunikator sebagai sumber informasi,
pesan sebagai informasinya, komunikan sebagai penerima pesan/informasi, media
sebagai alat penyampai/penghantar pesan, dan akibat sebagai respon yang
diharapkan komunikator (feed back).
Selain manusia sebagai subjek dan objek dari proses
komunikasi, yang tidak boleh diabaikan adalah peranan media (sarana penghantar)
di dalam proses tersebut. Media komunikasi memang tidak bisa berdiri sendiri
tanpa campur tangan manusia, namun keampuhannya di dalam menyampaikan pesan
(message) jauh lebih efektif ketimbang si individu mencoba menampaikan
informasi itu sendiri tanpa media. Oleh karena itu, posisi media baik dilihat
dari aspek subjek (pelaku/komunikator) maupun proses penyebaran informasi itu
serta efek yang diharapkan, sangatlah penting nilainya.
Keberadaan media komunikasi saat ini menjadi suatu
kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari manusia. Oleh sebab itu
bermunculanlah berbagai sarana komunikasi yang diharapkan mampu mempercepat
proses penyebaran informasi. Media massa merupakan salah satu bentuk sarana
komunikasi yang paling efektif dewasa ini di dalam mensosialisasikan dan
mendesiminasikan berbagai informasi ke masyarakat banyak. Media massa
(cetak-elektronik) menjadi salah satu ujung tombak bagi percepatan penyebaran
informasi bagi masyarakat, apalagi pada era globalisasi sekarang ini, ketika
batasan-batasan dan hambatan-hambatan geografis, iklim/cuaca, dll tidak menjadi
penghalang berarti bagi tersebarnya informasi ke khalayak ramai (masyarakat)
Kefektifan serta peranannya yang begitu hebat
mejadikan media massa menjadi salah satu komponen penting bagi pembentukan
kepribadian masyarakat, serta perilaku dan pengalaman kesadaran masyarakat.
Oleh karena itu pulalah banyak kelompok masyarakat yang berupaya menjadikan
media massa sebagai sarana propaganda ide, cita-cita, nilai dan norma yang
mereka ingin bentuk/ciptakan.
Korelasi
Media Massa dengan Perubahan Sosial
Kebanyakan
literatur tentang perubahan sosial belum secara pasti dan terang mendefinisikan
apa yang dimaksud dengan perubahan sosial. Banyak para ahli bersilang pendapat
mengenai hal tersebut, terutama berkenaan dengan spirit yang dikandung di
dalamnya. Wilbert Moore berpendapat bahwa perubahan sosial sebagai perubahan
penting dari struktur sosial. Dan struktur sosial itu adalah pola-pola perilaku
dan interaksi sosial. Sedangkan rober H. Lauer berpendapat bahwa perubahan
sosial itu sangatlah rumit untuk dijelaskan, sebab banyak hal yang mesti dikaji
terutama berkenaan dengan seluruh tingkat dan aspek kehidupan sosial, yang
jelas perubahan itu sendiri pasti adanya, namun yang berbeda hanyalah tingkat
perubahannya itu sendiri, ada yang lambat, ada yang cepat.Konsepsi para ahli
tentang perubahan sosial memang berbeda-beda, namun pada dasarnya mereka
bersepakat bahwa perubahan di dalam struktur masyarakat itu pasti ada, dan itu
terjadi ketika ada perubahan di dalam mentalitas masyarakatnya. Pada umumnya
perubahan mentalitas atau struktur masyarakat pasti akan berpengaruh pada
proses interaksi sosial di dalam masyarakat.
Adapun mengenai penyebab perubahan sosial masyarakat
bisa bersumber pada banyak hal, yang terpenting mampu merubah pola pikir dan
perilaku masyarakat di dalam melakukan interaksinya. Dan media massa merupakan
salah satu sarana yang mampu menyebabkan pola pikir dan perilaku masyarakat
terpengaruh atau bahkan berubah sesuai dengan pesan atau informasi yang dikandung
dalam media tersebut.Seperti dikemukakan di atas, bahwa media massa berperan
aktif dan efektif di dalam menyebarluaskan informasi dari suatu kelompok ke
kelompok lain, apapun alasan dan kepentingannya. Oleh sebab itu, peranan media
massa dalam membawa arah bagi perubahan masyarakat tidak bisa diabaikan. Bahkan
peranan media komunikasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat
melampaui perkembangan mentalitas sebagian masyarakat, sehingga tidaklah
mengherankan bila ada suatu komunitas masyarakat yang kurang siap menghadapi
perkembangan tersebut dan mengakibatkan terjadinya krisis nilai dan norma di
dalam masyarakat tersebut. Apakah perubahan sosial
masyarakat itu diharapkan atau tidak, cepat atau lambatkah perubahan tersebut,
bergantung pada spirit yang dikandung oleh masyarakatnya, leader (elit) yang
hadir ditengah-tengah masyarakat tersebut, serta sarana yang digunakan di dalam
prosesnya. Namun, efektifitas media massa dalam proses perubahan sosial,
meskipun perubahan tersebut tidak diinginkan suatu kelompok masyarakat, mampu menembus
ruang dan sekat-sekat yang dibangun oleh masyarakat tadi terutama di era
globalisasi ini. Media massa bagaikan mahluk ghaib yang tidak bisa dikerangkeng
oleh ruang dan waktu, sehingga bisa bergerak leluasa untuk menginformasikan
berbagai hal yang pada akhirnya mampu membuat mentalitas (idea) dan perilaku
masyarakat terpengaruh, dan ujung-ujungnya perubahan sosial tidak bisa
dielakkan lagi. Semoga saja mahluk yang namanya media massa ini berada
ditangan-tangan orang-orang suci yang akan mampu membawa perubahan ke arah
lebih baik sesuai dengan ajaran Illahi. Amien
Kesimpulan
Komunikasi merupakan salah satu penyebab perubahan
social karena takkan terjadi perubahan sosial bila tak ada komunikasi yang
baik.
DAFTAR PUSTAKA
http://adzelgar.wordpress.com/2009/03/08/pengaruh-media-massa-terhadap-perubahan-sosial/
http://one.indoskripsi.com/node/5906